Tanjakan Emen antara Mitos dan Logika

Diposting pada

Kecelakaan yang terjadi Tanjakan Emen di Kampung Cicenang, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat kemarin telah menelan korban sebanyak 8 orang. Berikut data nama – nama korban kecelakaan di tanjakan emen.

Jumlah korban dalam kecelakaan di Tanjakan Emen

  1. Abdul Rahman
  2. Angga Praditya Ahmad Rizki
  3. Riska Albiani
  4. Silvi Oktaviani
  5. Destiana
  6. Febry Fitriani
  7. Ajeng Narulita
  8. Dasril (sopir)

Dari kejadian itu muncul berbagai spekulasi, karena sering sekali terjadi kecelakaan di lokasi tersebut. Seperti biasa mitos pun berkembang dari mulut ke mulut, akhirnya sampai juga di media online. Menurut penelusuran silontong, ada beberapa mitos yang berkembang seputar tanjakan emen yang dilengkapi dengan sejarahnya seperti di muat di situs simomot.com

Kisah pertama ‘syarat permisi’

Tersebutlah, menjelang kemerdekaan Indonesia, seorang pria paruh baya bernama Emen menjadi korban tabrak lari. Nyawanya tak tertolong. Namun, si penabrak yang tidak bertanggungjawab itu malah menyembunyikan mayat Emen di sela-sela rimbunnya pohon dan ilalang. Setelah membusuk, mayat Emen akhirnya ditemukan warga di sekitar tanjakan itu.

Warga sekitar meyakini, sejak saat itulah arwah Pak Emen menuntut balas. Jika ada pengemudi yang pernah menabrak orang atau binatang tetapi tidak bertanggung jawab, dia akan mengalami kecelakaan di tanjakan itu.

Beberapa sopir yang nyaris menjadi korban ‘keisengan’ arwah Emen berkisah. Jika tidak ‘permisi’ dulu saat melalui tanjakan itu, seolah-olah dari arah depan ada kendaraan lain melaju kencang dan ingin menabrak. Dalam kondisi panik serta dalam kecepatan tinggi, biasanya sopir akan menghindar dan banting stir hingga terbalik, atau menabrak tebing.

Kisah kedua ‘sopir jagoan’

Tersebutlah seorang sopir pemberani bernama Emen. Suatu malam, sekitar tahun 1964, Emen sedang mengangkut ikan asin dari Bandung ke arah Subang. Persis di tanjakan itu dia mengalami kecelakaan. Mobilnya terbalik, terguling-guling dan terbakar. Saat itu jalan sedang sepi. Tidak ada yang menolong Emen yang terjebak di dalam mobil yang membakarnya hidup-hidup.

Kisah ketiga ‘buang rokok buat si Emen!’

Nah, mitos ini sungguh-sungguh unik lantaran syarat memberikan rokok bagi arwah si Emen. Lha terus gimana caranya? Ternyata, menurut warga sekitar, caranya cukup membuang rokok.

Ceritanya begini. Suatu saat warga dan pengemudi yang melintas di tanjakan itu tiba-tiba dikagetkan dengan kendaraan mereka yang macet alias mogok. Padahal mobil mereka sehat-sehat saja. Namun, begitu sopirnya turun dari mobil ingin memperbaiki, tiba-tiba dia kesurupan dan kejang-kejang. Atau mobil yang meluncur turun, tiba-tiba remnya mendadak blong.

Menurut kepercayaan warga, peristiwa itu tidak akan terjadi kalau si sopir menyalakan sebatang, lalu dilempar ke pinggir jalan. Itu diyakini sebagai simbol memberikan rokok kepada arwah Emen. Pasalnya, swaktu masih hidup dulu, Emen selalu merokok saat mengemudi. Begitulah informasi dari simomot.com.

Percaya atau tidak dengan mitos atau mistis di atas, memang dikembalikan kepada pembaca dan masyarakat. Tapi itulah yang berkembang sampai kini dan tidak tahu sampai kapan.

Tapi sikap berbeda menurut Gubernur Jawa barat, Ahmad Heryawan (Aher) yang mengatakan ada 3 kemungkinan penyebab terjadinya kecelakaan di tanjakan emen.

  1. Bisa jadi Human Error (kesalahan manusia), yaitu kesalahan sopirnya sendiri. Mungkin sopir teledor atau kelelahan, bisa juga ngantuk, sehingga kecelakaan bisa terjadi.

  2. Jalannya mungkin kurang bagus. Jalannya yang rusak bisa menjadi penyebab terjadi kecelakaan yang berulang – ulang. Aher pun langsung akan berkoordinasi dengan kementrian PU dalam kasus ini.

  3. Kendaraan yang mungkin sudah tidak laik jalan. Memang banyak sekali di jumpai kendearaan umum yang sudah tidak layak jalan, namun masih di paksakan jalan, dan akibatnya bukan tujuan yang sampai, namun malah menelan korban.

Pernyataan Aher tentu sebuah bantahan tentang mitos yang berkembang. Karena jika di biarkan begitu, bisa bahaya nanti pemahaman di masyarakat. Kekhawatiran Aher tentang mitos tanjakan emen membuatnya angkat bicara. Hal ini sebagaimana di muat juga di situs bandung.okezone.com.

Nah, bagaimana? Apakah Anda percaya mitos atau logika?#mikir

Silahkan berkomentar