Profil Lengkap dan Biodata Hikmahanto Juwana, Moderator Debat Capres ke 3

Diposting pada

Siapa moderator Debat Capres ke 3? Inilah profil Hikmahanto Juwana, biodata dan sikap tegasnya, walau mengundang kontroversial, namun beliau tetap percaya diri menjalankannya.

KPU mengamanahkan kepada Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D menjadi moderator debat capres ke 3 yang mengambil tema: “Politik Internasional dan Ketahanan Nasional” di Hotel Holiday Inn di Kemayoran, Jakarta Utara. Pukul 19.30 WIB sampai selesai.

Kita tentu ingin tahu sepak terjang beliau, berikut ulasannya untuk Anda.

inilah Moderator Debat Capres ke 3, Hikmahanto Juwana

Daftar Isi
1.Sejarah dan Karirnya
2.Sikapnya yang Idealis
3.Biodata

.
Sejarah dan Karirnya

Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D adalah seorang Guru Besar Hukum Internasional di Universitas Indonesia (UI). Anak dari pasangan Juwana (ayah dan Siti Aisyah (ibu) klahir pada tanggal 23 November 1965, di Jakarta.

Menikah dengan seorang wanita yang bernama Nenden Esty Nurhayati dan dari pernikahan tersebut, mereka di karuniai 3 orang anak, yaitu: Ogi Pratama Juwana, Tannia Meisa Juwana, Afira Diara Juwana.

Beliau adalah anak seorang mantan duta besar yang menyelesaikan SMA tahun 1987 dan memutuskan melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Kemudian beliau bekerja di kantor pengacara setelah selesai kuliah. Tapi waktu yang di habiskan untuk bekerja tidaklah lama, keputusan berhenti dipilihnya karena tidak cocok lingkungan kerja dengan prinsip yang di yakininya.

Untuk mengisi waktu, beliau akhirnya kuliah untuk memperdalam ilmu di Keio University, Jepang dan pada tahun 1992 dan berhasil mendapatkan gelar Master of Law (LLM) dari Universitas tersebut. Rasa tidak puas dengan gelar yang di raihnya, ia pun langsung mengambil program diktoral S3 di Universitas Indonesia pada tahun 1992 juga.

Tidak tahu apa alasannya, beliau tidak menyelsaikan program S3 di UI. Tapi malah mengambil program Doktoral atau S3 di University of Nottingham, Inggris dan pada tahun 1997 beliau pun berhasil mendapat gelar Doktor of Philosophy (PhD).

Suami dari Nenden Esty Nurhayati ini mendapat predikat sebagai profesor termuda, dan pernah mengabdi di kampus UI sebagai Dekan Fakultas Hukum UI selama 4 tahun, dari tahun 2004 sampai 2008.

Kiprahnya dalam dunia hukum tidaklah sedikit, beliau pernah menjadi Pembantu Asisten Urusan Hak Atas Kekayaan Intelektual pada Asisten Menko Ekuin III, Kantor Menko Ekuin pada bulan Agustus 1999 hingga bulan Juli 2000.

Kemudian pada tahun 2000, tepatnya bulan juli ia mendapat amanah sebagai Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Hukum dan Kelembagaan. Selain itu, idenya banyak di muat dalam bentuk tulisan, seperti karya ilmiah, jurnal serta buku. Semuanya sudah beredar di mana-mana , bahkan sampai luar negeri.

Lalu pada tahun 2010, beliau sempat diusulkan oleh Forum Rektor Indonesia untuk mengisi kekosongan di tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sebelumnya di duduki oleh Antasari. Namun beliau menolak, karena alasan waktu yang cuma 1 tahun.

Dari rekam jejak profesor muda ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun menunjuk beliau menjadi moderator Debat Capres ke 3 yang akan berlangsung pada tanggal 22 Juni 2014.

Kembali ke atas

.
Sikapnya yang Idealis

Hikmahanto Juwana dengan segala idealismenya tetap mempunyai argumentasi yang kuat dalam mengemukakan pendapat. Seperti ketika pernyataannya dalam hal melarang pemerintah membayar Diyat Satinah yang kena ancaman hukuman mati di Saudi Arabia. Ada 3 alasan yang beliau paparkan:

  1. Bahwa Diyat harus dibayarkan oleh pelaku atau keluarga pelaku, bukan negara (pemerintah). Kalau masyarakat mau membantu membayar tidak ada salahnya. Dan jika pemerintah membayar, bukan dalam hal kewajiban negara, namun itu adalah bentuk bantuan pemerintah saja.
  2. Bila pemerintah yang membayar Diyat maka ke depan akan ada tuntutan untuk terus menaikkan nilai diyat dari keluarga korban kejahatan yang dilakukan oleh WNI. Dan ini akan bisa di manfaatkan oleh oknum tertentu.
  3. Beliau mengatakan bahwa tidak adil bagi masyarakat lain, karena jika jumlahnya luar biasa besar. Kalau tadi jumlah sedikit, tentu tidak masalah, namun jika besar, maka ini akan memberikan dampak negatif, seperti pemerintah akan mengenyampingkan kesejahteraan masyarakat lain. (Untuk info lengkap klik disini).

Ya, itulah Hikmahanto Juwana mempunyai cara pandang yang berbeda pembayaran Diyat, walau pada saat itu begitu banyak rakyat Indonesia yang menggalang dana untuk membantu Satinah. Namun ayah dari 3 orang anak ini tetap menyampaikan pendapat yang berbeda dengan argumentasi yang masuk akal.

Hal tersebut adalah bentuk sikap idealisnya dalam menyikapi suatu hal, apa lagi hal yang berhubungan dengan hukum.

Selain masalah Satinah, beliau juga pernah keluar dari tempat ia dulu bekerja, dikantor pengacara karena tidak sesuai dengan hati nuraninya. Beliau banyak menyaksikan banyaknya permainan uang dan rekayasa hukum, sehingga hatinya bergejolak dan memilih berhenti kerja.

Beliau berani mengatakan yang benar dan berani mengatakan yang salah, walau apapun yang akan terjadi.

Kembali ke atas

.
Biodata

Nama Lengkap : Hikmahanto Juwana
Nama Kecil : Gihik
Agama : Islam
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : Selasa, 23 November 1965
Zodiac : Sagittarius
Warga Negara : Indonesia
Ayah : Juwana
Ibu : Siti Aisjah
Istri : Nenden Esty Nurhayati
Anak : Ogi Pratama Juwana, Tannia Meisa Juwana, Afira Diara Juwana

Sejarah Pendidikan

  • Sekolah Indonesia-Phnom Penh, Kamboja (1973)
    Sekolah Indonesia-Singapura, Singapura (1978)
    SMA Negeri 6, Jakarta (1983)
    Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta (1987)
    Master of Law (LL.M) Keio University, Jepang (1992)
    Program Doktor Universitas Indonesia, Jakarta (1992 – tidak selesai)
    Doctor of Philosophy (PhD) University of Nottingham, Inggris (1997)

Sejarah KARIR

  • Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia
    Peneliti Independen
    Anggota Dewan Ahli di Departemen Kehakiman dan HAM RI
    Tim Evaluasi Independen Pelaksanaan Privatisasi PT Krakatau Steel
    Anggota tim 8 dalam penyelidikan kasus makelar kasus makelar kasus (markus)
    Komisaris Independen Unilever
    Anggota Dewan Komisaris dan Ketua Komite Audit PT Aneka Tambang Tbk, (sejak 27 Mei 2009)
    Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) (Agustus 2004-Agustus 2008)
    Asisten (eselon II/a) urusan Hak Atas Kekayaan Intelektual pada Asisten Menko Ekuin III, Kantor Menko Ekuin (16 Agustus 1999-Juli 2000)
    Staf Ahli (eselon I/b) Menko Perekonomian Bidang Hukum dan Kelembagaan (Juli 2000- Pebruari 2001)
    Konsultan Hukum pada Law Firm Lubis Ganie Surowidjojo (Oktober 1994-Januari 1997)
    Peneliti Associate Nusantara Institute (Mei 1992-September 1993)
    Asisten Jaksa OC Kaligis, SH & Associates Kantor Hukum (1986-1987)
    Anggota Governing Council, Indonesian Chapter, ASEAN Law Association
    Anggota Dewan Kehormatan Badan Arbitrase Pasar Modal

PENGHARGAAN

British Achieving Award dari Pemerintah Inggris

Kembali ke atas

Bagaimana sang Profesor Muda ini akan tampil dalam acara Debat Capres 2014 ke 3 yang akan di laksanakan 22 Juni 2014 nanti? Kita tunggu saja.

Demikian informasi Profil dan Biodata Hikmahanto Juwana, serta idealis yang dijunjungnya silontong kabarkan. Semoga bermanfaat.

sumber:
_profil.merdeka.com/indonesia/h/hikmahanto-juwana/
_http://www.merdeka.com/peristiwa/hikmahanto-3-alasan-pemerintah-tak-perlu-bayar-diyat-satinah.html

1 komentar

Silahkan berkomentar